Festival Film Siswa SMK Tingkat Nasional 2009

Teman-teman, pada tanggal 1 – 5 Juni 2009, Fakultas Film dan Televisi Institut Kesenian Jakarta (FFTV IKJ) melalui Pusat Pengembangan Media Alternatif (PPMA) bekerja sama dengan Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional berencana menyelenggarakan Festival Film Siswa SMK Tingkat Nasional di Yogyakarta.

Bagi teman-teman yang memiliki saudara, teman, murid, tetangga, dan jaringan pelajar SMK yang memiliki kegiatan produksi film boleh menginformasikan festival ini kepada mereka :-)

Karya dikirim ke panitia paling lambat Kamis, 30 April 2009 (cap pos).

Karya dikirim ke:

Pusat Pengembangan Media Alternatif
Fakultas Film dan Televisi Institut Kesenian Jakarta
Jl. Cikini Raya 73, Jakarta 10330
Telp. 021-3161258, 3156176. Faks. 021-31923603

Untuk info lebih lanjut, silakan cek di:
http://www.ppma. or.id/content/ festival- film-siswa- smk-tingkat- nasional- 2009

Terima kasih atas perhatian dan bantuan teman-teman untuk menyebarkan informasi ini kepada pihak terkait :-)

Salam,

a/n
Panitia Festival Film Siswa SMK Tingkat Nasional

Sifat Kepiting

Sunday, April 12, 2009 2:18 PM
From:

Mungkin banyak yang tahu wujud kepiting, tapi tidak banyak yang tahu sifat kepiting. Di Filipina, masyarakat pedesaan gemar sekali menangkap dan memakan kepiting sawah.  Kepiting itu ukurannya kecil namun rasanya cukup lezat. Kepiting-kepiting itu dengan mudah ditangkap di malam hari, lalu dimasukkan ke dalam baskom/wadah, tanpa diikat. Keesokkan harinya, kepiting-kepiting ini akan direbus dan lalu disantap untuk lauk selama beberapa hari. Yang paling menarik dari kebiasaan ini, kepiting-kepiting itu akan selalu berusaha untuk keluar dari baskom, sekuat tenaga mereka, dengan menggunakan capit-capitnya yang kuat.
Namun seorang penangkap kepiting yang handal selalu tenang meskipun hasil buruannya selalu berusaha meloloskan diri. Resepnya hanya satu, yaitu si pemburu tahu betul sifat si kepiting. Bila ada seekor kepiting yang hampir meloloskan diri keluar dari baskom, teman-temannya pasti akan menariknya lagi kembali ke dasar. Jika ada lagi yang naik dengan cepat ke mulut baskom, lagi-lagi temannya akan menariknya turun… dan begitu seterusnya sampai akhirnya tidak ada yang berhasil keluar. Keesokan harinya sang pemburu tinggal merebus mereka semua dan matilah
sekawanan kepiting yang dengki itu.
Begitu pula dalam kehidupan ini… tanpa sadar kita juga terkadang menjadi seperti kepiting-kepiting itu.  Yang seharusnya bergembira jika teman atau saudara kita mengalami kesuksesan, kita malah mencurigai, jangan-jangan kesuksesan itu diraih dengan jalan yang tidak benar. Apalagi di dalam hal yang mengandung unsur kompetisi, sifat iri, dengki, atau munafik akan semakin nyata dan kalau tidak segera kita sadari tanpa sadar kita sudah membunuh diri kita sendiri.
Kesuksesan akan datang kalau kita bisa menyadari bahwa di dalam kompetensi yang penting bukan siapa yang menang, namun terlebih penting dari itu seberapa jauh kita bisa mengembangkan diri kita seutuhnya. Jika kita berkembang, kita mungkin bisa menang atau bisa juga kalah dalam suatu persaingan, namun yang pasti kita menang dalam kehidupan ini.
Pertanda seseorang adalah ‘kepiting’:
1. Selalu mengingat kesalahan pihak luar (bisa orang lain atau situasi)
yang sudah lampau dan menjadikannya suatu prinsip/pedoman dalam
bertindak
2. Banyak mengkritik tapi tidak ada perubahan
3. Hobi membicarakan kelemahan orang lain tapi tidak mengetahui kelemahan
dirinya sendiri sehingga ia hanya sibuk menarik kepiting-kepiting yang
akan keluar dari baskom dan melupakan usaha pelolosan dirinya sendiri.
Coba renungkan berapa waktu yang Anda pakai untuk memikirkan cara-cara menjadi pemenang. Dalam kehidupan bekerja, sosial, bisnis, sekolah, atau agama. Dan gantilah waktu itu untuk memikirkan cara-cara pengembangan diri Anda menjadi pribadi yang sehat dan sukses.
Mengakhiri sesi Coffee Morning hari ini, perkenankanlah saya menambahkan gula di cangkir kopi Anda…
Betapa pun banyaknya kucing berkelahi, selalu saja banyak anak kucing lahir… (Abraham Lincoln)

By Shade Rahmawati Posted in Tak Berkategori Tagged

Penting Untuk Diketahui (bila ditilang di jalanan)

Selasa, 24 Maret, 2009 07:44
Dari: “Euis Fauziah” <euis_fauziah@yahoo.com>

Dari milis sebelah…

Penting Untuk Diketahui (Bila ditilang di jalanan)

Beberapa waktu yang lalu sekembalinya berbelanja untuk
kebutuhan lebaran, saya sekeluarga pulang dengan menggunakan taksi.
Ada adegan yang menarik ketika saya menumpang taksi
tersebut, yaitu ketika sopir taksi hendak ditilang oleh polisi. Sempat teringat
oleh saya dialog antara polisi dan sopir taksi.

Polisi (P) : Selamat
siang mas, bisa lihat SIM dan STNK?
Sopir (Sop) : Baik Pak…

P : Mas
tahu… kesalahannya apa?
Sop : Gak pak

P : Ini nomor polisinya gak
seperti seharusnya (sambil nunjuk ke plat nomor taksi yg memang gak standar)
sambil langsung mengeluarkan jurus sakti mengambil buku tilang… lalu menulis
dengan sigap.
Sop : Pak, jangan ditilang deh… wong plat aslinya udah gak tahu hilang ke mana… kalo ada pasti saya pasang.

P : Sudah…saya tilang
saja…kamu tahu gak banyak mobil curian sekarang… (dengan nada keras !!)
Sop : (Dengan nada keras juga) Kok gitu! Taksi saya kan Ada
STNK-nya, Pak. Ini kan bukan mobil curian!

P : Kamu
itu kalo dibilangin kok ngotot (dengan nada lebih tegas,) kamu terima aja
surat tilangnya (sambil menyodorkan surat
tilang warna MERAH).
Sop : Maaf Pak, saya gak mau yang warna MERAH
suratnya… Saya mau yg warna BIRU saja.

P : Hey! (dengan nada tinggi) kamu
tahu gak sudah 10 hari ini form biru itu gak berlaku!
Sop : Sejak kapan Pak
form BIRU surat tilang gak berlaku?

P : Ini kan
dalam rangka OPERASI, kamu itu gak boleh minta form BIRU… Dulu kamu bisa minta
form BIRU… tapi sekarang ini kamu gak bisa… Kalo kamu gak mau, mari ngomong sama
komandan saya (dengan nada keras dan ngotot).
Sop : Baik Pak, kita ke komandan
bapak aja sekalian (dengan nada nantangin tuh polisi).

Dalam hati saya
…. berani betul sopir taksi ini…
P : (Dengan muka bingung) Kamu ini
melawan petugas!?
Sop : Siapa yg melawan!? Saya kan
cuman minta form BIRU…. Bapak kan yang gak mau
ngasih.

P : Kamu jangan macam-macam yah… saya bisa kenakan pasal melawan
petugas!
Sop : Saya gak melawan!? Kenapa bapak bilang form BIRU udah gak
berlaku? Gini aja pak, saya foto bapak aja deh…. kan
bapak yg bilang form BIRU gak berlaku (sambil ngambil HP).

Wah… wah…
hebat betul nih sopir…. berani, cerdas dan trendy… (terbukti dia
mengeluarkan hpnya yang ada berkamera).
P : Hey! Kamu bukan wartawan kan! ?
Kalo kamu foto saya, saya bisa kandangin (sambil berlalu).
Kemudian si sopir
taksi itupun mengejar itu polisi dan sudah siap melepaskan “shoot pertama”
(tiba-tiba dihalau oleh seorang anggota polisi lain (P2) )

P 2 : Mas,
anda gak bisa foto petugas sepeti itu.
Sop : Si bapak itu yg bilang form BIRU
gak bisa dikasih (sambil tunjuk polisi yg menilangnya) .

Lalu si polisi ke-2 itu menghampiri polisi yang menilang tadi, ada pembicaraan singkat terjadi
antara polisi yang menghalau si sopir dan polisi yang menilang. Akhirnya polisi
yg menghalau tadi menghampiri si sopir taksi.
P 2 : Mas mana
surat tilang yang merahnya? (sambil meminta).
Sop: Gak
sama saya pak…. Masih sama temen bapak tuh (polisi ke-2 memanggil polisi yang
menilang).

P : Sini tak kasih surat yang biru
(dengan nada kesal).

Lalu polisi yang nilang tadi menulis nominal denda
sebesar Rp.30.600 sambil berkata “nih kamu bayar sekarang ke BRI… Lalu kamu
ambil lagi SIM kamu di sini, saya tunggu…”
S : (Yes!!) Ok pak… gitu dong
kalo gini dari tadi kan enak…

Kemudian si sopir
taksi segera menjalnkan kembali taksinya sambil berkata pada saya, “Pak… maaf,
kita ke ATM sebentar ya… mau transfer uang tilang. Saya berkata, “ya
silakan”.

Sopir taksi pun langsung ke ATM sambil berkata, …. “Hatiku
senang banget Pak, walaupun ditilang, bisa ngasih pelajaran berharga ke polisi
itu.” “Untung saya paham macam2 surat
tilang…”

Tambahnya, “Pak kalo ditilang kita berhak minta form Biru, gak
perlu nunggu 2 minggu untuk sidang. Jangan pernah pikir mau ngasih DUIT
DAMAI….. Mending bayar mahal ke negara sekalian daripada buat
oknum!”

Dari obrolan dengan sopir taksi tersebut dapat saya infokan ke
Anda sebagai berikut:

SLIP MERAH, berarti kita menyangkal kalau melanggar
aturan dan mau membela diri secara hukum (ikut sidang) di pengadilan
setempat.
Itupun di pengadilan nanti masih banyak calo, antrian panjang, dan
oknum pengadilan yang melakukan pungutan liar berupa pembengkakan nilai tilai
tilang. Kalau kita tidak mengikuti sidang, dokumen tilang dititipkan di
kejaksaan setempat, di sinipun banyak calo dan oknum kejaksaan yang melakukan
pungutan liar berupa pembengkakan nilai
tilang.

SLIP BIRU, berarti
kita mengakui kesalahan kita dan bersedia membayar denda.

Kita tinggal
transfer dana via ATM ke nomer rekening tertentu (kalo gak salah no.rek Bank
BUMN).

Sesudah itu kita tinggal bawa bukti transfer untuk di tukar dengan
SIM/STNK kita di Polsek terdekat di mana kita ditilang.
You know what!?
Denda yang tercantum dalam KUHP Pengguna Jalan Raya tidak melebihi 50ribu! Dan
dananya RESMI MASUK KE KAS NEGARA.

Forward email ini beritahukan teman,
saudara dan keluarga Anda.
Berantas korupsi dari sekarang…

TERNYATA ROKOK TIDAK MEMBAHAYAKAN KESEHATAN… ..

*Safety Lesson : The Untold Story.*

*Banyak orang menghawatirkan bahaya rokok dan menakutinya, tapi setelah
diselidiki oleh beberapa pakar dalam bidangnya ternyata rokok itu sama
sekali tidak berbahaya. **Ada** sebuah the Untold story yang baru-2 ini
menguak sejarah dan membuka mata dunia bahwa rokok itu tidak berbahaya sama
sekali.***

*Berikut Cuplikan-nya :*

*
Pada zaman dahulu kala, ada tiga orang pakar. Mereka selalu bersama kemana
saja mereka pergi. Tapi ketiga-tiganya memiliki kegemaran berlainan.** *

*A. dr Jon Van Toncik (Suka main perempuan)**
B. dr Joni van Walker (suka minum minuman keras)
C. dr Toni Tobacco (suka segala jenis rokok) .

Suatu hari ketiga sahabat ini berjalan jalan tanpa tujuan.Tiba- tiba
ketiganya bertemu dengan sebuah ketel/kendi (seperti cerita Aladin). Lalu
salah seorang mengambilnya lalu meng-gosok2kan ketel tersebut. Sejurus
kemudian asap keluar dari corong ketel tersebut dan secara perlahan berganti
menjadi satu makluk yang menyeramkan yakni sesosok jin yang ganas. Lalu jin
tersebut tertawa: “Ha ha ha…” dan berkata “Akulah Jin Ifrit!

Karena kamu telah membebaskan aku dari ketel itu maka aku akan tunaikan apa
saja permintaan kamu sekalian. Ketiga sahabat yang pada mulanya panik dan
takut menjadi gembira lalu termenung dan berpikir tentang peluang dan
kemauan masing-masing yang mungkin hanya sekali mereka jumpai dalam hidup
mereka. Lalu mereka memilih kemauan mengikuti kegemaran masing-masing.

Berkatalah si A,”Aku mau perempuan-perempuan muda dari berbagai bangsa di
seluruh dunia dan bekal makanan minuman yang cukup. letakkan dalam sebuah
gua tertutup dan jangan ganggu aku selama 10 tahun.”
Pufff ……..!! dengan sekejap mata jin itu menyempurnakan permintaan si A.

Berkata si B, “Aku mau semua jenis arak dari seluruh dunia untuk bekal
selama sepuluh tahun dan dan bekal makanan minuman yang cukup letakkan dalam
sebuahgua tertutup dan jangan ganggu aku selama 10 tahun.” *

*Pufff ……… !! dengan sekejap mata jin itu menyempurnakan permintaan si
B.**

Berkata pula si C,”Aku mau semua jenis rokok dari seluruh dunia untuk bekal
selama sepuluh tahun plus makanan minuman yang cukup dan letakkan dalam
sebuah gua tertutup dan jangan ganggu aku selama 10 tahun.”
Pufff ……….. !! dengan sekejap mata jin itu menyempurnakan permintaan
si C..

*

*10 Years Later …… **Sang Jin muncul kembali untuk membuka pintu gua
masing-masing sesuai perjanjian.*

* *

*Ketika pintu Gua Pertama dibuka, maka keluarlah si A dengan keadaan kurus
kering, berdiri pun tidak bisa karena lutut pada goyang hanpir lepas, sebab
hari-harinya dihabiskan hanya memuaskan nafsu dengan perempuan. Setelah
beberapa saat Tiba-tiba si A pun jatuh ketanah lalu mati!!**

Ketika pintu Gua Kedua dibuka, maka keluarlah si B dengan perut yang sangat
buncit dan mata merah karena hari-harinya dihabiskan dgn mabuk-mabukan.
Sejurus dia jalan terhuyung-huyung kemudian si B pun jatuh ketanah lalu mati
!!

Giliran pintu Ketiga dibuka, maka keluarlah si C dalam keadaan sehat
walafiat bahkan lebih sehat dari 10 tahun yang lalu, Lalu dia berjalan tegap
kea rah sang Jin dan langsung Menabok kepala sang Jin seraya Memaki **”
Dasar Jin GUOBLOOOKK ….!!!! KOREKNYA MANA …???!!!**
**
**Safety Lesson-nya : “Rokok Tidak Berbahaya bagi
kesehatan sepanjang tidak ada koreknya”

what’s wrong with…

Minggu, 22 Maret, 2009 01:12
Dari:
“anita ningrum” <lathifa_az@yahoo.com>

# Scene 1

Motor melintang di sisi jalan. Seorang laki-laki duduk di trotoar sambil meringis kesakitan. Beberapa orang mengerubunginya. Ummmm… sepertinya ada kecelakaan tapi gak tahu pastinya.
Kendaraan yang lewat di jalan itu mayoritas berhenti di tengah jalan, menghambat arus lalu lintas, menatap-natapi si korban sambil mengira-ngira apa yang terjadi, tidak menepi, tidak juga bertanya pada orang di pinggir jalan, tidak juga menolong, hanya menonton, 5 menit, kemudian melanjutkan perjalanan.

1 motor berhenti, 2, 3, 4, mobil… Jadi macet deh… hanya karena menonton kecelakaan. Garis bawah: menonton kecelakaan!

Siapa yang mau habis kecelakaan malah ditontonin banyak orang dan tidak ada yang membantu? Maksud saya kalau tidak bisa dan tidak mau menolong lebih baik berlalu saja-lah. Bikin macet…

# Scene 2

Jalan Kayu Jati, Rawamangun di sore hari…

Macet. Dimana sih jalan yang gak macet di Jakarta. Dekat jalan utama pula. Jalan masuk ke Pulomas juga kalo dari Pemuda. Wajar lah ya…

Tiba-tiba si sopir angkot 04 yang trayeknya Rawasari-Cililitan via Rawamangun ambil jalur kanan. Padahal ya, sampe dengan menjelang Pemuda sudah dipasang separator tinggi biar gak ada angkot yang nyerobot jalur kanan. Alhasil, dengan pede-nya nih angkot menunggu lampu merah di jalur berbeda arah.

Kendaraan lain yang hendak masuk Pulomas dan terhalangi oleh si angkot jelas marah-marah. Pulang kerja, cape, dikit lagi sampe rumah, eh malah dihalangin angkot gak tahu diri yang nyerobot jalur orang, kurang lebih gitu dumelan si pengemudi yang terzolimi oleh ulah si sopir angkot. Plus klakson tin…tin…tin… yang nambah bising suasana sore yang ruame buanget.

Dan si sopir angkot dengan cueknya bilang,”Ini Jakarta, Bang!” sambil pasang muka tembok sok cuek menyebalkan. Maksudnya kurang lebih, nyerobot2 gitu udah lumrah banget di Jakarta, gak peduli salah sekalipun. What?!

# Scene 3

Saya sengaja meletakkan tong sampah di luar pagar meskipun tetangga yang lain mayoritas meletakkannya di halaman rumah mereka, di dalam pagar. Alasan utama saya, agar para tukang sampah tetap rutin mengangkut sampah2 domestik rumah saya meski pagar masih terkunci. Alasan lain, di depan rumah saya jadi tempat nongkrong para pemuda, bapak-bapak, sampe ibu-ibu beserta anak kecil setiap harinya. Biasa lah ya, nongkrong sambil ngemil, apalagi kalo pemuda-pemuda lagi kongkow2, kulit kacang suka bertebaran di pinggir jalan dengan manisnya. Anak2 kecil lain lagi. Sehabis jajan, dibuanglah sampah seenaknya di jalanan atau got. Saya gak bisa menyalahkan juga. Wong, sepanjang jalan gak ada tong sampah.

Maka, saya berinisiatif menyediakan tong sampah itu. Sekaligus sebagai pendidikan kebersihan buat bapak-bapak, ibu-ibu, adik-adik, anak-anak di sekitar rumah untuk membiasakan buang sampah di tempatnya. Alhamdulillah, anak saya sejak usia 2 tahun sudah terbiasa membuang sampah di tempat sampah, baik di rumah atau di jalan.

Tapi, tiap pagi, setiap saya menyapu guguran daun atau bunga, saya masih sering menemukan berbagai macam sampah di jalanan depan rumah saya: plastik makanan ringan, minuman gelas, stik es krim, atau puntung rokok. Perbuatan kucing dan tikus yang hobi mengorek-ngorek tempat sampah atau perilaku orang-orang yang tidak terbiasa dengan membuang sampah pada tempatnya meskipun di depan matanya sudah ada tempat sampah?

???? Ada apa sih dengan bangsa kita ini????

wanita di mata lelaki (benarkah)?

Kamis, 5 Maret, 2009 09:37
Dari:
“nayla_firdaus”

Wanita memang susah dibuat “Bahagia”… Benarkah??? Bener ato nggak…??

Lillahi Ta’alla…

Jika dikatakan cantik dikira “Menggoda”

Jika dibilang Jeuleekk disangka “Menghina”

Bila dibilang Lemah.. dia “Protes”

Bila dibilang perkasa dia.. “Nangis”

Maunya emansipasi, tapi disuruh benerin genteng, dia “Nolak”

(Sambi ngomel… masa disamakan dengan cowok???)

Maunya emansipasi, tapi disuruh berdiri di bis malah “Cemberut”

(Sambil ngomel, .. egois amat sih cowok ini tidak punya perasaan???)

Jika ditanya siapa yang paling dibanggakan, kebanyakan bilang “Ibunya”

(Tapi, kenapa ya… lebih bangga jadi wanita karir? Padahal ibunya adalah

Ibu Rumah Tangga Biasa)

Bila kesalahannya diingatkan, “Mukanya Merah…

Bila diajari, “Mukanya Merah”

Bila disanjung, “Mukanya Merah”

Jika marah, “Mukanya Merah”

(Koq sama semua ya??? Bingung kan??)

Ditanya YA atau TIDAK, jawabnya “Diam”

Ditanya TIDAK atau YA, jawabnya “Diam”

Ditanya YA atau YA, jawabnya “Diam”

Ditanya TIDAK atau TIDAK, jawabnya “Diam”

Tapi ketika di-Diamkan.. .. ehh.. malah “Marah”

(Repot, kita disuruh jadi dukun yang bisa nebak jawabannya.. .??)

Dibilang Cerewet, dia “Marah”

Dibilang Berisik, dia “Ngambek”

Dibilang banyak mulut dia “Tersinggung”

Tapi kalau dibilang Supel, wadowhhh… Dia “Seneng Banget”

Padahal sama aja maksudnya.. hehehe

Dibilang gemuk,… dia engga “Senang”…

(Padahal maksudnya, dianggap sehat gitu lho..)

Dibilang Kurus… dianya malah “Senang”…

(Padahal maksudnya, kenapa kamu jadi begini???)

Itulah WANITA… Makin cowok bingung… Makin Senang mereka…

hehehe bener ga ya?