REPRODUKSI SEHAT UNTUK SEMUA… TOLAK LIBERALISASI SEKS BAGI REMAJA !!!

^_^Teruntuk yang masih remaja, mantan remaja, yang mau punya anak (remaja), pemerhati remaja, dan seluruh remaja yang peduli terhadap dirinya dan umat^_^

Ide tentang kesehatan reproduksi remaja (KRR) ini mugkin tidak begitu dipahami oleh masyarakat pada umumnya, khususnya para remaja. Mereka langsung saja menerima mentah-mentah ide ini ketika ada LSM yang mengadakan seminar yang membahas ini. Bahkan ada instansi pemerintahan yang menjadikan agenda KRR ini sebagai kurikulum yang akan diterapkan kedalam sekolah-sekolah.

Apa KRR (Kesehatan Reproduksi Remaja) itu?

KRR ini digagas oleh kafir Barat dengan paham kebebasan karena remaja dianggap kurang paham soal seks dan kespro. Jadi cenderung melakukan seks bebas. Hak-hak reproduksi remaja , seperti hak mendapatkan informasi dan pendidikan kespro dan belum terwujudnya keadilan dan kesetaraan gender yang menginginkan reproduksi tidak harus dalam bingkai keluarga. Dalam pandangan ini kespro didefinisikan sebagai “suatu keadaan utuh kesejahteraan fisik, mental dan sosial, tidak hanya bebas dari penyakit dan kecacatan”. Artinya, agar mental dan sosial “sehat”, bla sesorang ingin seks harus difasilitasi. Bila terjadi KTD (kehamilan tidak diinginkan) dan ingin aborsi, harus difasilitasi pula.

Adanya liberalisasi seks dan legalisasi aborsi melalui program Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR) di bawah garis Internasional Conference Population Development (ICPD) tahun 1994 lalu di Kairo, Mesir. Setelah konferensi itu terjadi perubahan paradigma dalam kependudukan yaitu pembatasan kelahiran dan jaminan kebebasan bagi wanita terhadap penggunaan alat-alat reproduksinya.

Setelah 15 tahun program KRR ini diimplementasikan, justru remaja lebih terperosok lebih dalam pada pergaulan bebas. Pada tahun 1992, sebelum diterapkannya program KRR, pelaku seks pranikah di 12 kota besar di Indonesia adalah sebesar 10-13%. Namun pada tahun 2008 (setelah 14 tahun diterapkannya KRR), Komisi Nasional Perlindungan Anak (KNPA) menemukan bahwa pelaku seks pranikah naik menjadi 62,7% di 33 provinsi di Indonesia, yang berarti sekitar 26 juta remaja hidup bergelimang syahwat. Yang menyedihkan lagi, berdasarkan survey KPA tahun 2008, dari remaja-remaja yang melakukan seks bebas tersebut, jumlah remaja yang melakukan aborsi adalah sekitar 7 juta remaja. Jumlah ini meningkat lebih dari 50% dibanding jumlah aborsi remaja sebelum diterapkannya program Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR), yaitu ”baru” sekitar 3 juta kasus. Belum lagi 81,87% penderita AIDS adalah remaja dari 10-20 juta yang rawan tertular AIDS.
Na’dzubillahimindzalik.

STOP KRR !!!

Ide kespro terpancar dari pandangan hidup liberal/sekular. Jelas sekali ide KRR itu tertuju terhadap komunitas tertentu (baca : generasi kaum muslimin). Kaum liberalis mencoba mengesahkan perbuatan zina menjadi hal yang wajar, padahal didalam Islam zina adalah perbuatan yang keji dan jalan yang buruk(QS.Al Isra: 32). Mengklaim aborsi aman, padahal tetap saja melakuakan aborsi itu penuh dengan resiko : komplikasi urologi, kemandulan bahkan kematian dan diharamkan oleh Allah dalam firmanya :”…dan janganlah kamu membunuh anak-anak, kamu karena takut kemiskinan, kami akan memberi rizki kepadamu dan kepada mereka dan janganlah kamu mendekati perbuatan-perbuatan yang keji, ….dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah…..”(QS.Al An’am :151). Larangan nikah dini dengan dalih membahayakan kesehatan ibu dan janin karena organ reproduksi belum matang, padahal Allah menandai wanita telah baligh dengan datangnya haidh,berarti wanita tersebut sudah diamanahkan oleh Allah untuk menghasilkan generasi selanjutnya, dengan syarat melewati jalan pernikahan yang sah.

Lantas mengapa Indonesia sebagai negeri muslim terbesar mau menimplementasikanya?
Mengapa kafir Barat masih memaksakan gagasan ditengah-tengah kaum muslimin?

Inilah bukti nyata agenda penjajahan Barat terhadap generasi muslim sebagai upaya menekan laju kebangkitan Islam.
Allah SWT telah mengingatkan kita dalam AlQur’anul Kariim yang artinya “ Yahudi dan Nasrani tidak akan pernah rela, sehingga kalian mengikuti jalan mereka……”

Setidaknya ada dua hal yang membuat KRR tetap menjajah remaja muslim. Pertama, karena kita hidup dalam sistem kehidupan sekular kapitalistik, yaitu sistem tempat hidupnya imperialisme Barat. Kedua, karena adanya kekuatan , politik global yang mendominasi dunia yaitu Amerika Serikat yang berupaya menjajah remaja muslim melaui agenda KRR.

Upaya untuk mengenyahkan penjajahan terhadap remaja muslim melalui KRR haruslah dengan cara mensterilkan sistem kehidupan kita dari liberalism dan sekularlisme. Kemudian menggantinya dengan sistem kehidupan Islam yang agung. Ini adalah pasti karena Allah telah menjanjikannya dalam QS AnNur : 55.
Sebagaimana yang dicontohkan Rosulullah SAW, agar tujuan mewujudkan masyarakat Islam tercapai, perjuangan ini mesti bersifat ideologis dan politis. Antara lain dengan memahamkan Islam kepada masyarakat sebagai jalan hidup, solusi satu-satunya bagi persoalan kehidupan manusia, termasuk dalam pemenuhan naluri seks(gharizah na’u).

Jadi kembali kepada kehidupan Islam, bukan saja membuat remaja muslim terhindar dari seks bebas dan segala akibatnya. Tapi juga mengoptimalkan potensi berketurunan, membuat remaja selamat dunia akhirat. Mereka akan menjadi generasi bintang, siap melanjutkan estafet perjuangan dan kepemimpinan Islam rahamatn lil ‘alamin.

Sistem kehidupan Islam, yakni Khilafah Islam,akan jadi kekuatan politik yang menaklukan arogansi imperialisme Barat dan sekutunya. Termasuk membatalkan segala kesepakatan internasional yang bersifat menjajah kaum muslimin seprti KRR ala ICPD dan mematikan langkah para pendukungnya.
“Sesungguhnya Imam/Khalifah itu laksana perisai, tempat orang-orang berperang dibelakangnya dan berlindung kepadanya”. (HR.Muslim)
Hadist ini sekaligus menunjukan bahwa berjuang menghadirkan kembali Khilafah adalah kewajiban. Inilah jalan satu-satunya untuk mewujudkan semua remaja sehat dan bermasa depan.

Kamis, 30 Juli 2009
Nurdiana Binti Hawa
nana_alfaruq@yahoo.com

tentang saraf

Kenali Nyeri, Temukan Solusi

Untuk
mendapatkan solusi yang tepat atas rasa nyeri, sangat bijak jika kita
mengetahui penyebabnya. Berdasarkan penyebabnya, nyeri dapat dibedakan
atas tiga macam, yakni:

1. Nyeri nosiseptif
Rasa
tidak nyaman berupa nyeri ini terjadi akibat adanya kerusakan jaringan
di luar sistem saraf, baik itu kerusakan kulit, kerusakan sendi,
kerusakan otot, kerusakan tulang, dan kerusakan lainnya yang ada di
dalam tubuh. Nyeri nosiseptif ini tidak disertai gangguan fungsi saraf,
sehingga hanya menimbulkan gangguan fungsi karena nyerinya semata.

2. Nyeri psikogenik
Manifestasi
nyeri yang timbul tidak disebabkan adanya kerusakan jaringan saraf
maupun jaringan lainnya di dalam tubuh. Hal ini semata-mata karena
faktor kejiwaan belaka atau kecemasan, misalnya pada orang yang stres.

3. Nyeri neuropatik atau nyeri saraf
Ditandai
munculnya rasa nyeri yang sangat bervariasi, baik nyeri tumpul maupun
nyeri tajam seperti perasaan tersilet, terbakar, dan sebagainya. Namun,
yang khas dari nyeri saraf ialah adanya gejala penyerta yang
ditimbulkan akibat gangguan fungsi saraf itu sendiri.

Nyeri
saraf akibat gangguan saraf penggerak otot, misalnya, akan
mengakibatkan mulai dari kelemahan otot sampai stimulasi kontraksi
otot, baik kontraksi dan rileksasi otot berulang ataupun kontraksi otot
menetap/kram.

Demikian juga jika nyeri saraf akibat gangguan
saraf perasa atau sensoris, akan terjadi gejala nyeri disertai gejala
kehilangan rasa, kebas, sampai tidak terasa pada perabaan.

Selain
itu, gangguan saraf perasa ini juga dapat berupa perubahan dari rasa
yang diterima seperti adanya rasa kesemutan dan rasa nyeri yang
berlebih pada sentuhan.

Kondisi terburuk bisa berupa timbulnya
rasa nyeri pada stimulasi yang normalnya tidak nyeri. Pada kasus ini,
si penderita akan merasa nyeri bila tubuhnya tersentuh, misalnya
terkena tiupan angin atau sentuhan baju sekalipun.

Penyerta
gangguan fungsi saraf dapat juga berupa gangguan sensoris (perasa),
motoris (penggerak), maupun keduanya. Beberapa penyakit yang
menimbulkan nyeri urat saraf antara lain penyakit urat saraf terjepit,
penyakit urat saraf gangguan metabolik, dan penyakit urat saraf sesudah
infeksi.

Pengenalan terhadap nyeri saraf sangat penting
mengingat kerusakan saraf mempunyai dampak luas, mulai dari gangguan
sensoris ringan seperti pegal, kebas (kesemutan), kram, sampai yang
berat. Dapat juga terjadi gangguan motoris dari yang ringan seperti
kram sampai kelumpuhan.

Nyeri yang merupakan sensasi yang tidak
menyenangkan harus ditangani secepat mungkin karena pada dasarnya nyeri
identik dengan kerusakan jaringan. Pengobatan yang baik dalam menangani
nyeri urat saraf harus melibatkan komponen penyebab dan gejala.

Obat dan efeknya

Dari:
“ning_bai” <ning_bai@yahoo.co.id>

Kemaren pagi, saya dapat SMS dari seorang teman yang isinya seperti ini:
Phenylpropanolamin adalah obat influensa (decongestant)
yang sejak 1 Maret 2009 ini oleh Badan pengawasan obat dan pangan
Amerika (FDA) ditarik dari peredarannya karena terbukti
dapat menyebabkan perdarahan-otak sebagai dampak sampingnya.

Di Indonesia terdapat kira2 100 obat2an yang mengandung
phenylpropanolamine dan sering dipakai oleh masyarakat.
Obat2 itu a.l:

Decolgen, Decolsin, Sinutab, Stopcold, Allerin, Bodrexin,
Contac 500, Cosyr (terutama untuk anak2), Flucyl, Fludane,
Flugesic, Inza, Komix, Mixaflu, Mixagrip, Nalgestan, Neozep
forte, Nodrof, Paratusin, Procold, Rhinopront,
Rhinotussal, Sanaflu, Siladex, Stopcold, Triaminic drops (untuk anak2),
Tusalgin. Astaghfirullah. ..! Itu kan obat-obat yang biasa dikonsumsi oleh kita, teman dan keluarga. Mungkin sudah saatnya kita mengkonsumsi obat-obat tradisional. Tidak ada efek samping dan lumayan murah dan mudah untuk mendapatkannya. Saya sih memang lebih memilih untuk meminum vitamin atau menjaga pola makan saja juga menghindari stress (alias selalu berpikir positif) kalau cuma terserang flu dan batuk. Tidak mesti harus minum obat. Karena pada prinsipnya tubuh kita memiliki kemampuan sendiri untuk melawan kuman penyakit. Dan perlu diingat, setiap obat selalu memiliki efek samping jika kita kurang memperhatikan cara pemakaian/dosisnya.

http://ningbai. blogspot. com/2009/ 04/phenylpropano lamine-vs- perdarahan- otak.html