Diskusi Sistem dan Orang2 dalam Sistem

Friday, March 27, 2009 4:28 PM
From:
“Bachrul Ulum” <gusbachrul@gmail.com>

Biar jd diskusi yg menarik dan tidak menjurus, saya pake judul yg beda boleh
ya?

Menurut pendapat saya, kita perlu meneliti kembali apa sebenarnya
permasalahan yg ada. Jika kita mengatakan orang2 dalam sistem yang melakukan
kesalahan, atau dengan kata lain ognum yg salah, maka tidak ada yg bisa
diperdebatkan lagi. Mengapa demikian? dari pengalaman diskusi saya di
kampus, dosen selalu mengajak untuk tidak berpikir bahwa orang yg salah
(walaupun kenyataannya demikian), karena kalau sudah menyimpulkan orang yang
salah, maka diskusi akan berhenti. Kalau sudah dikatakan *”kembali ke
orangnya masing-masing” * maka habis perkara, tidak ada usaha untuk
menyelesaikan atau memunculkan pemikiran baru sebagai solusinya.

Jika kita mengatakan bahwa sistem yg salah, maka tentu kita harus
membuktikan apa yg salah dalam sistem itu. Misalnya sistem itu internal
controlnya jelek, maka bisa dikatakan bahwa sistem itu salah. Akan tetapi
setelah diketahui bahwa sistem itu salah atau kurang tepat, tidak dengan
mudah sistem itu bisa dirubah. Sama jika kita misalkan merubah sistem itu
dengan orang belajar. Hampir tidak ada orang yg pinternya instan, selalu
dengan proses yg panjang. Diperlukan persyaratan- persyaratan untuk belajar,
begitu juga merubah sistem. Dalam merubah sistem, kita memerlukan banyak
syarat dan tantangan. Perlu suatu payung hukum yg kuat, orang2 yg memiliki
power untuk itu, perlu biaya yg besar, perlu orang2 yg ahli dalam sistem yg
lama dan yg baru, perlu waktu yg lama (setidaknya 25-50 tahun jika sistem
itu melibatkan lingkup negara). Tantangannya juga buanyak mas, terutama
kuatnya resistensi orang2 lama terhadap sistem yg baru.

Lalu apakah sistem tidak bisa mengubah orang? Tentu saja bisa. Sistem yg
tegas dan jelas akan merubah perilaku orang2 yg ada di dalamnya. Tentu saja
tidak serta merta begitu saja, tapi juga masih ada faktor2 yg menentukan,
misalnya leader yg tegas dan bijak. Hal ini sudah terbukti di instansi saya
(Depkeu), bahwa sistem memang bisa merubah orang2 dalam sistem. Caranya?
bikin sistem dan perangkatnya menjadi jelas dan tegas, ada reward dan
punishment, pemimpin yg tegas, adakan assessment/seleksi dari para bawahan.
Dengan cara itu, pegawai yg ingin maju akan mengikuti sistem yg baru
sedangkan pegawai yg resisten akan terreduksi seiring dengan waktu.

Kalo untuk masalah penerapan syari’at islam dan atau penerapan syari’at lain
selain islam, kita harus melihatnya kontekstual. Saya adalah seorang muslim,
dan tentunya cinta dengan syari’at islam. Tapi,… dalam konteks negara,
banyak sekali pertimbangan yg digunakan. Bahkan, salah satu tokoh yg
“menghilangkan” tujuh kata dalam pembukaan UUD 1945 adalah orang Islam,
kalangan pesantren, orang Jombang lagi! Beliau adalah KH. Wahid Hasyim. Jika
saat itu negara ini tetap bersikeras menerapkan syari’at Islam, kita tidak
akan tahu apakah kita akan menjadi seperti sekarang atau tidak. Bisa jadi,
kita tinggal di negara jawa atau negara east java, atau negara apa lah,…
atau malah belum merdeka? bisa jadi.

Saya cinta agama saya, begitu juga orang lain pasti juga cinta dengan
agamanya masing2. Islam mengajarkan penganutnya untuk berpikir secara
kontekstual, bukan tekstual. Ada konsep tasamuh (toleransi), ada tuntutan
untuk selalu belajar, tidak menganggap benar sendiri, ketika menemukan
sesuatu yg berbeda maka ia pun mengatakan bahwa ia belum tahu dasarnya.
Muslim diajarkan untuk tidak malu mengatakan* “saya tidak tahu”*, bukan
menjawab *”menurut saya”* (kecuali di luar masalah agama).

Bagi agama yg lain, saya yakin juga demikian. Mereka pasti juga diajarkan
untuk menghormati perbedaan, tidak merasa benar sendiri. benar kan?
Tentunya, dalam diri pribadi kita sendiri harus yakin bahwa agama kita yg
benar. Tetapi dalam urusan keduniaan dan urusan sosial, maka harus ada
toleransi. Semua agama mengajarkan hubungan sosial tanpa pandang bulu.
Bahkan, dalam Islam, Nabi Muhammad pun mengajarkan bagaimana berdagang
dengan orang2 Yahudi, memakan jamuan orang2 selain Islam, dll.

Jika ingin berdiskusi secara terbatas, nanti kita sambung di forum yg lain.
OK? Di mana-mana dan dalam diskusi apa saja selalu diperlukan orang yang
ahli dalam bidangnya. Jika tidak demikian, maka hasilnya tidak akan maksimal
atau bisa jadi akan mendapatkan kesimpulan yg kurang tepat (itu pun kalo
didapat kesimpulan). Saya tidak ahli dalam hal ini, tetapi demikianlah
beberapa hal yg saya pelajari dari guru2 saya, mungkin bisa dijadikan suatu
sumbangan pemikiran. Pastinya, masih ada yg salah wong saya ini kan masih
bodho…

bachrul ulum
IPA 3 / 2001

Pada 26 Maret 2009 11:56, andreas susanto <kaka290801@gmail. com> menulis:

> Akhirnya baliknya kesitu2 jg! Masalah krn sistem aku ndak setuju. Kalo
> orangnya emang mentalitasnya ndak bener ya tetep kayak gt. Kalo mas
> kafi bilang krn sistem yg membuat mereka berubah ndak mungkin. Semua
> sistem dibuat dlm kondisi ideal dalam arti pasti jg diharamkan unt
> korupsi dan sebagainya. Setahuku semua sistem baik sosialis dan
> liberal jg seperti itu. Nah kalo ternyata sistem sudah berubah sesuai
> syarikat islam trus ternyata tetap seperti itu gmn? Karena oknum? Sama
> aja donk!
> Dan setahuku masalah syarikat islam udah selesai sejak th 1945 pada
> saat piagam jakarta dipake dasar negara minus syarikat islam dan
> menjadi pancasila. Trus kita mo balik berdebat ttg sesuatu hal yg udah
> dipikirkan pendiri negara kita jauh sebelum sampeyan lahir. Dan mereka
> menghilangkan syarikat islam krn kemajemukan negara kita.
> Mohon tanggapan.
> Salam
>
>
> On 3/25/09, hidonis_joe <hidonis_joe@ yahoo.com <hidonis_joe% 40yahoo.com> >
> wrote:
> > Berubahnya pemimpin di negeri ini yang mulanya idealis jadi ‘berubah’
> > menjadi pemimpin yg gak becus (dholim) menunjukkan bahwasannya ada faktor
> > eksternal yang merubah mereka, saya katakan karena sistemnya yang
> mengubah
> > mereka.
> >
> > Dan juga pada fakta lainnya, seperti BUMN (yang 100% pemerintah) tidak
> > menjadikan lebih baik negeri ini. Ini juga menunjukkan adanya kesalahan
> > sistem, dan bukan karena semata-mata kesalahan/keburukan dari person-nya.
> >
> > Sistem yang diterapkan di negeri ini adalah demokrasi, yang juga
> merupakan
> > derivat dari sistem kapitalisme.
> >
> > Kesalahan dari kapitalisme salah satunya adalah kesalahan dalam memahami
> > konsep kepemilikan.
> > Kapitalisme menganggap kepemilikan ada 2 macam yaitu: kepemilikan negara
> dan
> > kepemilikan individu. Di mata para pemikir Timur dan Barat, kepemilikan
> umum
> > adalah kepemilikan yang dikuasai negara, sedangkan kepemilikan pribadi
> > merupakan kekayaan yang dikuasai kelompok tertentu.
> >
> > Sesuai dengan teori Kapitalisme liberal yang bertumpu pada pasar bebas,
> > privatisasi, ditambah dengan globalisasi, negara tidak bisa
> mengintervensi
> > kepemilikan. Akibat kesalahan memahami fakta kepemilikan, terjadilah
> > goncangan dan masalah ekonomi.
> >
> > Dan wajar pula, bila sistem kapitalis membiarkan negara mengambil
> keuntungan
> > sebesarnya dari penjualan BBM dan sumberdaya lainnya, hasilnya harga BBM,
> > TDL, dll naik. Hal itu karena negara merupakan sebagai pemilik SDA
> tersebut,
> > bukan hanya sebagai pengelola.
> >
> > Padahal makna kepemilikan bukan sesuatu yang dikuasai negara atau
> kelompok
> > tertentu.
> >
> > Dalam sistem Islam setidaknya ada tiga macam bentuk kepemilikan. Pertama:
> > kepemilikan umum; meliputi semua sumber, baik yang keras, cair maupun
> gas,
> > seperti minyak, besi, tembaga, emas dan gas; termasuk semua yang
> tersimpan
> > di perut bumi, dan semua bentuk energi, juga industri berat yang
> menjadikan
> > energi sebagai komponen utamanya. Dalam hal ini, negara harus
> mengekplorasi
> > dan mendistribusikan ke rakyat, baik dalam bentuk barang maupun jasa.
> > Ini sesuai dengan hadits Nabi SAW: “manusia berserikat atas tiga hal,
> air,
> > padang rumput, dan api”
> >
> > Kedua: kepemilikan negara. Kepemilikan ini diambil negara dari pajak,
> hasil
> > perdagangan, industri dan pertanian di luar kepemilikan umum.
> >
> > Terakhir: kepemilikan pribadi; kepemilikan ini bisa dikelola individu
> sesuai
> > dengan hukum syariah.
> >
> > Kehancuran Sosialisme dan Kapitalisame antara lain karena keduanya
> > menjadikan kepemilikan- kepemilikan ini sebagai sesuatu yang dikuasai
> negara
> > atau kelompok tertentu (pribadi). Sosialisme gagal dalam bidang ekonomi,
> > karena menjadikan semua kepemilikan dikuasai negara. Sosialisme berhasil
> > dalam perkara yang memang dikuasai negara, seperti industri berat, minyak
> > dan sejenisnya; namun gagal dalam perkara yang seharusnya dikuasai
> individu,
> > seperti umumnya pertanian, perdagangan dan industri menengah.
> >
> > Walhasil, solusi untuk negeri ini yaitu kembali kepada Syariat Islam.
> > Sesuai dengan firman Allah SWT;
> >
> > “Dan, siapa saja yang tidak berhukum berdasarkan apa yang diturunkan oleh
> > Allah, maka mereka itu adalah orang-orang dzalim.” (TQS. al-Maidah [5]:
> 45)
> >
> > “Dan, siapa saja yang tidak berhukum berdasarkan apa yang diturunkan oleh
> > Allah, maka mereka itu adalah orang-orang fasik.” (TQS. al-Maidah [5]:
> 47)
> >
> >
> > Untuk itu saya mengajak semuanya untuk segera kembali menjalankan syariat
> > Islam secara kaffah, bukan hanya lingkup ibadah individu saja, melainkan
> > secara menyeluruh.
> >
> >
> > NB :Maaf, baru nanggapin soalnya jarang online.
> >
> >
> > wassalam,
> > Kafi Hidonis

Demokrasi: Memiskinkan Rakyat

Jumat, 20 Maret, 2009 08:37
Dari:
“kafi hidonis” <hidonis_joe@yahoo.com

Demokrasi: Memiskinkan Rakyat
Kondisi masyarakat yang miskin alias
tidak sejahtera jelas dialami oleh sebagian rakyat Indonesia saat ini.
Padahal semua orang tahu, Indonesia adalah negeri yang kaya-raya.
Seluruh jenis barang tambang nyaris ada di Indonesia. Minyak bumi, gas,
batubara, emas, tembaga dan beberapa yang lain bahkan ada di negeri ini
dengan kadar yang melimpah. Kekayaan laut Indonesia berupa ikan dan
hasil-hasil laut lainnya juga luar biasa. Indonesia pun memiliki areal
hutan tropis yang sangat luas. Dengan semua kekayaan alam yang
melimpah-ruah itu, rakyat Indonesia seharusnya makmur dan sejahtera,
dan tidak ada yang miskin.

Namun, akibat diterapkannya sistem
ekonomi kapitalis sejak negara ini merdeka, sebagian besar kekayaan
alam yang melimpah-ruah itu hanya dinikmati oleh segelintir orang, yang
sebagian besarnya bahkan pihak asing. Contoh kecil: Di Bumi Papua,
kekayaan tambang emasnya setiap tahun menghasilkan uang sebesar Rp 40
triliun. Sayangnya, kekayaan tersebut 90%-nya dinikmati perusahaan
asing (PT Freeport) yang sudah lebih dari 40 tahun menguasai tambang
ini. Wajarlah jika gaji seorang CEO PT Freeport Indonesia mencapai
sekitar Rp 432 miliar pertahun (=Rp 36 miliar perbulan atau rata-rata
Rp 1.4 miliar perhari). Padahal, rakyat Papua sendiri hingga saat ini
hanya berpenghasilan Rp 2 juta saja pertahun (=Rp 167 ribu perbulan).
Pemerintah Indonesia pun hanya mendapatkan royalti dan pajak yang tak
seberapa dari penghasilan PT Freeport yang luar biasa itu (Jatam.org, 30/3/07).

Di Kaltim, batubara diproduksi sebanyak
52 juta meter kubik pertahun; emas 16.8 ton pertahun; perak 14 ton
pertahun; gas alam 1.650 miliar meter kubik pertahun (2005); minyak
bumi 79.7 juta barel pertahun, dengan sisa cadangan masih sekitar 1.3
miliar barel. Namun, dari sekitar 2.5 juta penduduk Kaltim, sekitar
313.040 orang (12.4 persen) tergolong miskin.

Di Aceh, cadangan gasnya mencapai 17.1
tiliun kaki kubik. Hingga tahun 2002, sudah 70 persen cadangan gas di
wilayah ini dikuras oleh PT Arun LNG dengan operator PT ExxonMobile Oil
yang sudah berdiri sejak 1978, Namun, Aceh menempati urutan ke-4
sebagai daerah termiskin di Indonesia. Jumlah penduduk miskinnya
sekitar 28.5 persen.

Itulah secuil fakta ironis di negeri
ini, yang puluhan tahun menerapkan demokrasi, bahkan terakhir
disebut-sebut sebagai salah satu negara paling demokratis di dunia.

Ironi ini sebetulnya mudah dipahami
karena watak demokrasi di manapun, termasuk di negeri ini, secara
faktual selalu berpihak kepada para kapitalis/pemilik modal. Demokrasi
di negeri ini, misalnya, telah melahirkan banyak UU dan peraturan yang
lebih berpihak kepada konglomerat, termasuk asing. Di antaranya adalah
melalui kebijakan swastanisasi dan privatisasi. Kebijakan ini
dilegalkan oleh UU yang notabene produk DPR atau oleh Peraturan
Pemerintah yang dibuat oleh Presiden sebagai pemegang amanah rakyat. UU
dan peraturan tersebut memungkinkan pihak swasta terlibat dalam
pengelolaan (baca: penguasaan) kekayaan milik rakyat. Sejak tahun 60-an
Pemerintah Indonesia telah mengeluarkan UU Penanaman Modal Dalam Negeri
(UU No. 6/1968). UU ini memberikan peluang kepada perusahaan swasta
untuk menguasai 49 persen saham di sektor-sektor milik publik, termasuk
BUMN. Tahun 90-an Pemerintah kemudian mengeluarkan PP No. 20/1994.
Isinya antara lain ketentuan bahwa investor asing boleh menguasai modal
di sektor-sektor milik publik, termasuk BUMN, hingga 95 persen.

Secara tidak langsung demokrasi juga
sering menjadi pintu bagi masuknya intervensi para pemilik modal,
bahkan para kapitalis asing. Lahirnya UUD amandemen 2002 adalah kran
awal dari intervensi asing dalam perundang-undangan. Ditengarai ada
dana asing USD 4,4 miliar dari AS untuk mendanai proyek di atas.
Hasilnya, lahirlah UU Migas, UU Listrik dan UU Sumber Daya Air (SDA)
yang sarat dengan kepentingan asing. Dampaknya, tentu saja adalah
semakin leluasanya pihak asing untuk merampok sumber-sumber kekayaan
alam negeri ini, yang notabene milik rakyat. Dampak lanjutannya, rakyat
bakal semakin merana, karena hanya menjadi pihak yang selalu
dikorbankan; hanya menjadi ‘tumbal’ demokrasi, yang ironisnya selalu
mengatasnamakan rakyat.

Jangan jadi pemarah

Sabtu, 7 Maret, 2009 02:34
Dari:
“hepi ika hapsari”

SIFAT PEMARAH / ANGER

Seseorang
yang mempunyai sifat pemarah (anger) biasanya bisa marah hanya karena
hal sepele yang biasanya tidak membuat orang lain marah.

Ada 20
persen orang tergolong di sini. Seorang peneliti gigih, dokter Redford,
mendapatkan bahwa orang yang marah sedang memasukkan racun arsenik ke
dalam tubuhnya. Pelan-pelan akan merusak sistem tubuhnya sendiri.

Sebenarnya
inti dari kemarahan adalah adanya rasa benci sebab apa yang terjadi
tidak sesuai dengan keinginan. Teman dari sifat pemarah adalah adalah
sikap yang sinis dan perilaku yang agresif.

Si pemarah merasa
dirinyalah yang paling baik dan benar. Ada pula ahli yang mengatakan
sikap pemarah ini adalah kebiasaan. Sebab sering dipenuhi kehendaknya
jika ia “meledak marah” ketika kecil, jadi berlanjut hingga dewasa.

Redford,
yang juga pemarah, tahu betul dampak negatifnya, terutama untuk
keluarganya, orang-orang yang paling dekat dengan dia. Karena ingin
menyelamatkan keluarganya juga ingin bebas dari nafsu merugikan itu,
dia teliti seluk-beluk marah.

Beberapa sarannya untuk mengurangi marah adalah

1. Buatlah peta kebencian

Untuk
lebih mengerti diri sendiri dan kemarahannya, catatlah dengan teliti
tiap hari pikiran dan perasaan marah yang muncul. Dari dongkol
kecil-kecilan sampai kemarahan yang hebat. Catatlah kapan, mengapa,
bagaimana pikiran dan perasaannya serta apa saja yang menimbulkan
amarah itu. Catatan ini perlu sebagai pola, agar tampak soal apa saja
yang menjadi biang kerok kemarahannya, kapan terjadinya, dan di mana.
Dan apa akibat kemarahannya. Tiap malam catatan ini dinilai kembali dan
dipikirkan cara apa yang lebih baik dilakukan, dan adakah kemajuan jika
diperbaiki.

2 Uji kembali pikiran yang menimbulkan marah

Kalau
Anda memaki-maki di sepanjang jalan yang macet, hasilnya jalanan tetap
macet. Yang bertambah adalah “racun arsenik” dalam tubuh Anda. Tambah
besar dan lama marahnya tambah berat dampak negatif buat diri Anda,
juga buat orang yang duduk di samping Anda.

Ujilah
pikiran dan perasaan Anda, buat apa marah-marah di jalan macet,
bukankah lebih baik memutar kaset dan ikut bernyanyi? Buat apa anak
dimarahi sebab bajunya kena saus tomat. Itu kan lumrah, namanya juga
anak kecil. Untung sendoknya tidak tertelan.

3. Stop

Ini
adalah model Ornstein. Kalau merasa darah sudah naik ke kepala,
sebutlah: Stop. Perlahan-lahan saja kalau di restoran, boleh keras
kalau lagi sendiri. Ini akan mengingatkan si pemarah untuk banting
setir, jangan teruskan jalan penuh ranjau itu. Lalu alihkan pikiran ke
yang lebih produktif. Daripada memarahi anak yang akan ujian, lebih
baik doakan agar ia berhasil. Daripada melotot dan teriak karena rumah
harum karena kue, lebih baik mencoba kue itu dan peluklah sang istri
yang rajin itu.

4. Alihkan perhatian Anda

Thomas
Jefferson bilang, bila Anda marah berhitunglah dari satu sampai sepuluh
sebelum bercakap. Kalau sedang marah sekali, hitung sampai seratus.
Kalau benci pada tokoh politik yang sedang kampanye di layar televisi
dan kuping terasa panas karena marah, alihkan saja televisi ke saluran
lain. Atau berdirilah, makan jeruk dulu di meja makan.

5 Relaksasi

Cari
posisi beristirahat yang enak, tarik napas panjang yang dalam. Tambah
banyak tambah baik dan pikirkan hal-hal yang menyenangkan.

Atau
sebut kata: “tenang-tenang- tenang” berulang kali dengan tarikan napas
panjang. Bagi yang religius lebih mudah, sebab dapat berdoa atau
shalat, ini sangat menenangkan.

6. Belajar mendengarkan

Kekurangan
dari orang pemarah adalah sangat sukar untuk mendengarkan pendapat
orang lain sebab ia merasa pikiran dan pendapatnya adalah yang paling
baik. Sikapnya yang sinis dan siap menyerang tiap pendapat orang lain
yang dicurigai sebagai buruk, membuat dia “tuli” pada kebenaran lawan
bicaranya.

Marah (angry) boleh, tetapi jangan menjadi orang yang mempunyai sifat pemarah (anger).

Beasiswa maret 2009 (deadline mei-2009)

Info dari temen satu fakultas orang Pakistan, semoga bermanfaat

Ahmad baidowi —

O Dear Muhammad Adil Khattak,

Here is the latest newsletter from Pkstudents containing the updated news about funding and scholarship opportunities, which we hope are useful for you and your friends.

UNESCO/China/ Great wall Co-sponsored Fellowships for year 2009/2010, Government of Pakistan has received offer of fellowships from Government of People’s Republic of China through Pakistan National Commission for UNESCO for Pakistani students. Nominations from Pakistan will be routed through Higher Education Commission of Pakistan. Deadline : 25 Mar 2009

Full-Fee Research Scholarships, University of Nottingham, To celebrate its international research activity, the University of Nottingham has announced 20 full-fee awards for the new international students registering on Research programmes at The University of Nottingham in September 2009. Pakistani students are eligible to apply. The scholarships are for a PhD or MPhil research programme, subject to satisfactory progress every year. Deadline : 17 April 2009

Janpanese Government (MEXT) Scholarships for 2010 Research Scholarships and Undergraduate Scholarships, MEXT (Ministry of Education, Culture, Sports, Science, and Technology, Japan) offers scholarships to foreign students (including students from Pakistan) who wish to study at Japanese universities. The scholarships are available to research students and also the undergraduate students under the Japanese Government (MEXT) Scholarship Program for 2009/2010. Deadline : 31 Mar 2009 Read more

Commonwealth Shared Scholarships Scheme Taught Masters degrees in UK universities, The Commonwealth Shared Scholarship Scheme is a joint initiative between the UK Department for International Development (DFID) and UK universities, to support scholarships for students from developing Commonwealth countries who would not otherwise be able to study in the United Kingdom. Awards are to study taught postgraduate courses (Masters degree). Pakistani students are eligible to apply for these scholarships. Deadline : Different for different universities (see the booklet) Read more

Scholarships for Master and Doctoral Degrees : for International Students : Ocean University China : 10 Scholarships for are available to the International Students for Masters and Doctoral Degrees at Ocean University China. Pakistani students are eligible to apply. Deadline : 31 May 2009 Read more 20

Postdoc Fellowships : LMU Munich Germany : 20 Postdoctoral Fellowships are available at LMU Muich Germany. The applicant must have completed his/her doctoral studies at another university – preferably outside Germany – no more than three years prior to application. The majority of applicants are expected to be from outside Germany. Deadline : 15 April 2009 Read more Scholarships at Faculty of Islamic Studies, Qatar : Scholarships are available for international students (Pakistani students are eligible to apply) at the Faculty of Islamic Studies for the academic year 2009/10. Deadline : 30 April 2009 Read more

J. William Fulbright Scholar Program, USA The United States Educational Foundation in Pakistan invites applications for the Fulbright Scholar Program for this year. The program seeks to improve mutual understanding between the people of the United States and the people of Pakistan through academic and cultural exchange. This program funds up to 10 months of lectureship, post-doctoral research, or a combination of the two at a U.S. college or university. Deadline : 22 Jun 2009 Read more Hubert Humphrey Fellowship Program, USA for Mid-Career Professional Study The United States Educational Foundation in Pakistan invites applications for the Hubert Humphery Fellowship Program. This non-degree program is designed for mid-career professionals and lasts for 10-12 months of graduate-level non-degree academic coursework and an opportunity to work in the U.S. in a field related to their specialization. Deadline : 15 June 2009 (4:30 p.m) Read more

Doctoral Fellowships in Economics, Law and Psychology : Max Planck Institute of Economics, Germany : Outstanding candidates are invited to apply for doctoral fellowships in economics, law and psychology at International Max Planck Research School on Adapting Behavior (Uncertainty- School). The Uncertainty- School is jointly hosted by the Max Planck Institutes at Jena, Berlin and Bonn, and the Psychology and Economics Departments of the FSU Jena. International Partners are the Department of Psychology of Indiana University, Bloomington and the Center for Rationality at the Hebrew University, Jerusalem. Deadline : 01 April 2009 Read more

Fulbright/USAID Master’s Scholarships and Fulbright/HEC/ USAID Ph.D. Scholarships 2009/2010 Scholarships are open under the Fulbright Scholarships Program for the Pakistani students to study in the universities in United States for year 2010. The scholarships are available both for Masters as well as PhD degrees. Deadline : 18 May 2009 Read more Japan / World Bank Graduate Scholarship Program (JJ/WBGSP) for 2009/2010 The Program awards scholarships to individuals from World Bank member countries to undertake graduate studies at universities renowned. Pakistan is a World Bank member country so Pakistani students are eligible to apply for these scholarships. Deadline : 31 March 2009 Read more

Australian Development Scholarships, Masters-Level Study courses Under the 2010 Australian Development Scholarships (ADS) program the Australian Agency for International Development (AusAID) is pleased to invite applications from interested Pakistani students who are committed to contribute towards the development of Pakistan. Deadline : 26 April 2009 Read more 300 PhD positions available in 2009 INRIA, France A number of PhD Postions are open at INRIA for the young scientists in one of its research teams. Priority will be given to candidates with mobility background and to topics pertaining to the Institute’s priority themes. You can apply if you have a degree in computer science, automatic control or scientific computing equivalent to the French research master. Deadline : 04 May 2009 Read more

NGS Scholarships : National University of Singapore : The NGS Scholarship serves to attract highly-talented students to undertake PhD studies in Singapore at NUS under NGS in integrated research programmes. It is open to all international students and therefore Pakistani students are eligible to apply. Deadline : Open throughout the year Read more Sandwich (split) PhD Fellowships, Post-doctoral Fellowships, Sceince and Technology, France The French Embassy in Pakistan aims to help the development of cooperation between French and Pakistani students / scientific organisations, engaged in R&D programs of all the scientific and technology fields. In this framework, the French Embassy in Pakistan has launched a new program for research mobility. This fellowship program is intended for highly qualified Pakistani doctoral and postdoctoral students and offers them an excellent opportunity to do research in France. Deadline : 30 Sep 2009 Read more OFID Scholarship Award 2009/10 OFID (The OPEC Fund for International Development) is pleased to announce that qualified undergraduate students are welcome to apply for the OFID Scholarship 2009/10. The OFID Scholarship will be awarded to support an undergraduate student from any developing country (this includes Pakistan), to pursue higher education in a relevant field of de

velopment, in any recognized university/college in the world. Deadline : 30 June 2009 Read more Graduate Scholarship Program, Industrial Technology Research Institute (ITRI), Taiwan The ITRI Graduate Scholarship Program offers foreign degree holders a comprehensive scholarship to pursue their postgraduate studies (Ph.D or Masters degrees) in Taiwan, while joining collaborative research projects between Industrial Technology Research Institute (ITRI) and two outstanding science and technology universities of Taiwan, National Chiao-Tung University (NCTU) and National Tsing-Hua University (NTHU). Deadline : 31 March 2009 Read more

Masters Scholarships 2009, LUF Netherlands Each year the organisation of alumni, Leiden University Fund (LUF) awards 6 LUF scholarships to truly outstanding foreign students pursuing an English language Masters Degree at Leiden University Netherlands. The LUF scholarships are open to highly talented students from all countries of the world except the Netherlands. Deadline : 01 April 2009 Read more Masters Scholarships for students from Developing Countries Ghent University, Belgium Ghent University programme provides master grants to candidates from developing countries (includes Pakistan, so Pakistani students are eligible to apply), who wish to obtain a master’s degree at Ghent University. The grants are available for all master programmes at Ghent University. They are awarded for the duration of the studies with a maximum of 2 years. Deadline : 30 April 2009 Read more

Keep visiting http://www.pkstuden ts.com for more news, updates and useful information. Please forward this newsletter to all your friends who might be interested in this information. Best regards, PkStudents Team

LOMBA Karya tulis dan PENGHARGAAN PENULIS ARTIKEL KEPEMUDAAN MENPORA 2009

Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga RI bekerja sama
dengan Forum
Lingkar Pena menyelenggarakan Lomba Karya Tulis dan
Penghargaan untuk
Penulis Artikel Kepemudaan.

Persyaratan Lomba Karya Tulis:
1. Naskah berbentuk “esai” dengan tema “Kepemimpinan
Pemuda”.
Peserta dapat memilih salah satu dari sub-sub tema berikut):
a. Pemuda di Kursi Kepresidenan Indonesia
b. Pemimpin Muda Idaman.
c. Menjadi Pemimpin di Era Krisis Global.
d. Mencari Wadah Pencetak Pemimpin Bangsa.
e. Menjadi Pemimpin
Lokal Berpikiran Global.
f. Jika Perempuan Menjadi Pemimpin Indonesia.
g. Budaya Baca Calon Pemimpin Bangsa.

2. Lomba dibagi dalam 3 kategori: pelajar, mahasiswa, dan
umum.
3. Lomba terbuka untuk semua WNI berusia 15-35 tahun.
4. Esai tidak bertentangan dengan SARA dan tidak mengandung unsur pornografi.
5. Naskah merupakan karya asli, bukan terjemahan, atau saduran.
6. Naskah belum pernah dipublikasikan di media massa cetak/elektronik
dan tidak sedang diikutkan dalam lomba sejenis.
7. Naskah ditulis dengan Bahasa Indonesia yang baik, diketik di kertas
A4, font Times New Roman, 6-12 halaman, spasi ganda.
8. Mencantumkan kategori di sudut kiri amplop pengiriman naskah.
9. Nama penulis harus diletakkan pada halaman terpisah dengan lembar naskah
10. Untuk pengiriman via pos, naskah dikirim rangkap 3 (tiga)

Persyaratan Penghargaan Penulis:
1. Artikel telah dimuat di media massa cetak antara bulan Oktober 2008
- April 2009 yang bertema Kepemudaan.
2. Melampirkan artikel (atau fotokopinya) yang telah dimuat sebanyak
tiga rangkap.
3. Lomba terbuka untuk umum (tanpa batasan usia)
4. Artikel tidak bertentangan dengan SARA dan tidak mengandung unsur
pornografi.
5. Mencantumkan “Penghargaan Penulis” di sudut kiri amplop.

Persyaratan Teknis :
1. Pengiriman naskah disertai dengan fotokopi identitas diri
(KTP/SIM/Kartu Pelajar/Paspor dan biodata singkat: nama, alamat
lengkap, nomor telepon/handphone, e-mail). Untuk pengiriman email,
identitas diri dapat discan (dengan resolusi secukupnya).
2. Pengiriman naskah lomba esai atau penghargaan penulis
dikirim ke:
Panitia Lomba Karya Tulis Tingkat Nasional dan
Penghargaan Penulis
Jl. Rasamala Raya No 20 Depok Timur 16418
Naskah lomba juga dapat dikirim melalui email: lomba.menpora@ gmail.com
(tidak perlu kirim rangkap 3, identitas diri dapat discan, cantumkan kategori
lomba pada subject e-mail).
3. Naskah ditunggu selambat-lambatnya tanggal 5 Mei 2009

HADIAH setiap kategori dan Penghargaan Penulis:
Juara I: Rp2.500.000, -
Juara II: Rp2.000.000, -
Juara III: Rp1.500.000,
3 pemenang hiburan @ Rp500.000,-

* Pengumuman pemenang dapat dilihat di http://www.forumlin gkarpena. net
dan http://forumlingkar pena.multiply. compada 1 Juni 2009.

Acara ini diselenggarakan oleh :
Deputi Bidang Pemberdayaan Kepemimpinan Pemuda Kementerian Pemuda dan
Olahraga bekerja sama dengan Forum Lingkar Pena (dikasi logo, dit)

Didukung oleh: ANNIDA & Lingkar Pena Publishing House

Keterangan lebih lanjut hubungi
Maryati (021) 573 8158, HP: 085813144822
Koko Nata 0813 67675459
Denny 0899 9910037

Kenapa Yahudi Pintar?

From: Primadi Setiawan <primadisetiawan@ gmail.com>

To: smada_91@yahoogroup s.com

Sent: Tuesday, March 10, 2009 11:06:04 AM

Subject: [smada_91] Fwd: [C07] Kenapa Yahudi Pintar

Kenapa Yahudi Pintar

Biasanya kalau sudah ikan, tidak ada daging. Ikan dan daging tidak ada

bersama di satu meja. Menurut mereka, campuran daging dan ikan

tak bagus dimakan bersama. Salad dan kacang adalah suatu kemestian,

terutama badam.

Uniknya, mereka akan memakan buah-buahan dahulu sebelum memakan

hidangan utama. Jangan terperanjat jika Anda diundang ke rumah Yahudi

Anda akan dihidangkan buah-buahan dahulu.. Menurut mereka, dengan

memakan hidangan karbohidrat (nasi atau roti) dahulu kemudian

buah-buahan, ini akan menyebabkan kita merasa mengantuk, lemah dan

payah untuk memahami pelajaran di sekolah.

Di Israel, merokok adalah tabu, apabila Anda diundang makan di rumah

Yahudi, jangan sekali-kali merokok. Tanpa sungkan mereka akan menyuruh

Anda keluar dari rumah mereka, menyuruh Anda merokok di luar rumah.