Filsafat Agama

Tulisan pendek,salah satu buah pemikiran Dr.Hamid Fahmy Zarkasyi (Direktur INSISTS,CIOS,INSID Ponpes modern Gontor) dalam bukunya “MISYKAT-Refleksi Tentang Islam, Westernisasi, & Liberalisasi”.
Sangat menarik dan mencerahkan! Menyelamatkan logika anda! Saya harap bisa berbagi berbagai tulisan beliau lagi di lain kesempatan. Selamat membaca.
======================================================

Baru-baru ini (2011) kemenetrian agama melalu Dirjen Diktis mencoret program studi (prodi) filsafat Islam menjadi filsafat agama. Padahal filsafat Islam ada dalam khazanah pemikiran Islam dan juga telah menjadi prodi di banyak perguruan tinggi Islam. Sedangkan filsafat agama merupakan produk dari kajian agama di Barat dan tidak ada dalam tradisi intelektual Islam.

Di Barat sejak zaman modern diskursus agama berpindah dari tangan teolog ke tangan para filosof.  Pernyataan theology was subservient to philosophy atau under the tutelage of philosophy adalah realitas yang tidak disesali. Artinya teologi menjadi bulan-bulanan para filosof. Untuk sekedar menyebut beberapa nama,  Sartre, Heidegger, Jung, Ludwig Feurbach, William James, Nietzsche, Kant dan lain-lain, adalah filosof-filosof yang bicara soal agama. Padahal mereka tidak punya otoritas untuk bicara teologi.

Para pakar sosiologi, psikologi, antropologi dll pun ikut-ikutan membawa agama ke ranah disiplin mereka. Para sosiolog menggunakan teori evolusi Charles Darwin (1809-1882) untuk menjustifikasi adanya perubahan dalam agama. Herbert Spencer (1820-1904) juga mengikuti. Friedrich Max Muller (1794-1827), Emile Durkheim (1858-1917), Rudolf Otto (1869-1937) dan lain-lain mengaitkan agama dengan realitas sosial.

Akhirnya, wacana keagamaan mereka itu tidak lagi bisa disebut teologi, mereka lalu menciptakan apa yang mereka sebut  philosophy of religion. Filsafat Agama adalah suatu disiplin ilmu yang metode dan basis teorinya adalah filsafat Barat. Obyeknya adalah semua agama. Maka ketika filsafat membahas agama-agama itu, worldview Barat berada pada posisi bird-eye. Doktrin filsafat berada di atas doktrin agama-agama. Di sini pembahasan agama berada pada zone bebas agama tapi tidak bebas dari worldview Barat.

Di era postmodern disiplin ilmu ini kemudian dikembangkan menjadi Filsafat Agama Lintas Kultural (Cross-cultural philosophy of religion). Ini berarti bahwa obyek kajian filsafat agama diperluas dari sekedar agama yang ada dalam kultur Barat menjadi agama-agama dan kepercayaan yang berasal dari kultur lain.  Metode dan cara pandangnya tetap pemikiran filsafat, sosiologi dan antropologi Barat. Agama hanya dianggap sebagai produk dari kreatifitas manusia dan akan terus berubah sebagaimana makhluk hidup (living organism). Namanya pun diubah menjadi sekedar penumpukan tradisi (cummulative tradition).

Namun, menurut Thomas Dean, benih-benih disiplin ilmu filsafat agama telah ada sejak tahun 1950an, ia berbuah pada tahun 1960-an, membesar pada tahun 1970-an dan menjadi buah masak pada tahun 1980-an. Benihnya adalah buku filsafat agama Ninian Smart (1958) Reason and Faith. Diikuti oleh karya Wilfred Cantwell Smith The Meaning and End of Religion (1960), yang membahas pemahaman agama lintas kultural dan kehidupan keagamaan sebagai sebuah dynamic historical continuum, dan bukan merupakan sistim tertutup. Periode pembesaran, ditandai oleh penerbitan essay analitis William Christian, Opposition of Religious Doctrines (1972). 

Ditambah lagi ketika karya “kroyokan” para filosof dan pakar sejarah agama yang berjudul Truth and Dialogue in World Religions: Conflicting Truth-Claim (1974) dan yang disunting John Hick terbit. Buah itu menjadi semakin besar ketika Raimundo Panikkar menerbitkan bukunya, The Intrareligious Dialogue (1978) dan Hick sendiri menulis buku Philosophy of Religion. Sebagai titik kulminasi dari wacana ini adalah terbitnya karya Wilfred Smith yang berjudul Towards World Teology, dan karya John Hick berjudul Problems of Religious Pluralism (1985) dan Interpretation of Religion (Gifford Lecture, 1986-87). Di dalam karyanya inilah Hick mendeklarasikan perlunya teologi global. Jadi “buah masak” dari disiplin filsafat agama adalah pluralisme agama.  Goal getter nya  adalah Smith dan Hick.

Jika seseorang memilih menjadi sarjana program studi filsafat agama di perguruan tinggi Islam boleh jadi ini hanya akan menambah barisan penggugat fatwa MUI. Artinya dari prodi ini akan lahir sarjana-sarjana pluralis yang akan percaya bahwa semua agama itu sama benarnya dan Islam bukan yang paling benar. Wallahu a’lam. 

http://insistnet.com/index.php?option=com_content&view=article&id=77:filsafat-agama&catid=2:hamid-fahmy-zarkasyi

Dan Perempuan Baik Yang Bercinta, Pada Hari Valentine

Judul yg kontroversial? Sebaiknya anda membaca lengkap artikelnya, hanya saja…dalam bahasa melayu. :)

Berikut sy cuplikkan paragraf kalimat2 yang mengesankan bagi sy.

=======================================================================================

“Itulah, yang ibu harapkan kepada bijak pandai agama. Melarang itu sudah betul, namun sekiranya terhenti setakat melarang, ia cuma menjadikan hari Valentine itu istimewa. Bijak pandai agama, selepas bercerita berkenaan asal-usul hari Valentine yang banyak versi itu, ceritakanlah juga berkenaan cinta Islam yang hanya ada satu versi. Ceritakanlah, berkenaan psikologi cinta, supaya ramai tahu, cinta itu sangat biasa, tidak perlu disambut, tidak perlu Valentine, tetapi ia perlu dinikmati, dan hanya ada satu cara menikmati cinta, iaitu bernikah.  Dan ingatlah anakku, cinta itu buta, dan nikah akan kembali membuka matamu.”

Aku tersenyum lebar, dan seketika, aku kembali tenang, aku berasa seperti burung yang terbang di bawah pelangi pagi.

“Kalau saya jatuh cinta, bagaimana?” Aku mula berani mengusik ibu.

“Kalau kamu jatuh cinta, jadilah perempuan baik yang bercinta.”

“Perempuan baik yang bercinta?” Aku pula kembali terasa diusik, apatah lagi melihat ibu menyuntingkan senyuman nakal.

Perempuan baik itu adalah suatu proses. Jangan sesekali mencuba menjadi perempuan baik hanya dalam masa sehari, tetapi berusahalah menjadi perempuan baik sampai kamu mati. Kerana, pasti orang seperti kita ada melakukan dosa, tetapi bangkitlah kembali dengan taubat. Itulah perempuan baik bagi ibu, iaitu perempuan yang sentiasa berusaha menjadi hamba kepada Allah yang taat. Dan taat kepada Allah, kamu tahu ia bukan sekadar satu dua perkara, tetapi ribuan perkara, meliputi hal ayah ibu, suami, anak, jiran, ibadah, menjaga maruah, menjaga mulut, taubat, dan banyak lagi.  Itulah perempuan baik bagi ibu, perempuan yang sentiasa berusaha ke arah perkara yang baik-baik.

“Dan bercinta pula?” soal aku malu-malu.

Ibu tersenyum lebar, lalu berkata, “Sukar sebenarnya. Tetapi tetap ada petua. Pada ketika kamu  menerima lamaran seorang lelaki, pada ketika itulah kamu periksa kata-kata, yang mula-mula keluar daripada hati kamu. Perempuan biasa yang bercinta akan berkata dalam hati,  “Aku cintakan dia, sebab itu aku perlukan dia.” Sedangkan perempuan baik, dalam hatinya akan berkata begini, “Aku perlukan dia, sebab itulah aku cintakan dia.” Pada ketika ‘perlu’ yang datang terlebih dahulu sebelum cinta, kamu ada peluang menjadi perempuan baik yang bercinta. Kemudian semak maksud ‘perlu’ dalam hati kamu. Adakah kamu perlu lelaki beriman yang dapat membimbing, ataupun perlu kepada lelaki kaya yang dapat menyenangkan. Sekiranya kamu ‘perlu’ kepada lelaki beriman yang membimbing, kamu adalah perempuan baik yang bercinta.”

selengkapnya di:  http://www.iluvislam.com/karya/cerpen/4210-dan-perempuan-baik-yang-bercinta-pada-hari-valentine.html

=================================================================================

Semoga anda tidak kesulitan menerjemahkan, mungkin anda bisa mencoba google translate. :)

Selamat belajar untuk memahami mengapa kami selalu menganggap perayaan tgl 14februari tidak perlu.&tidak penting.

Karena Kami Bangga sebagai Muslim

saat matahari terik-teriknya di suatu siang di hari senin,

muka lusuh,jalan sudah lunglai,tapi cuma di ungkapkan di hati saja,

tetep naik metromini dengan stay cool, padahal udah ngebayangin buka puasa pake cendol..

seorang teman berkata : “panas ya De”

saya jawab “iya,donk(kenapa harus pake donk?)”

“lo gak gerah De?”

” alhamdulillah , nggak” (padahal udah keringetan sana sini)

trus dia nawarin minuman,saya bilang,makasih , gak haus..padahal dalem hati,bungkusin aja buat buka..hohoohoo

begitulah sekelumit cerita,   ya,hanya cerita

 

mungkin anda pernah bertanya pada kami :

- gak panas apa pake jilbab se gede n setebel itu?

- gak pingin pacaran apa?

- enak apa puasa senin kamis?

- kok bisa gak mau salaman sama cowok?

- kok segitu pedulinya sama palestin?

- kok di masjid mulu mainannya?

- kok suka banget ngomong ALLAHUAKBAR?

- kok tiap istirahat ke masjid mulu?

- enak ya pake rok?gak ribet

- ngapain sih denger adzan langsung ngibrit? sholat ntaran aja ngapa

dan pertanyaan – pertanyaan lainnya..

kami jawab dengan senyuman,  dan pasti sebuah jawaban simple, mungkin akan anda jadikan bahan renungan, ya, KARENA KAMI BANGGA SEBAGI MUSLIM

“sesungguhnya surga dikelilingi kepahitan dan neraka dikelilingi oleh kenikmatan”   begitu kata murabbiah saya suatu saat di suatu sore yang indah…

 

kami hanya mencoba memahami islam dengan kaffah,

semoga Allah meridhoi kami…

 

_mengenang proses-proses_penghijrahan_

Surabaya,23 Februari 2011

Allahuakbar!!!

Menjadi Ikhwan/Akhwat

menjadi ikhwan/akhwat/akhwat, adalah memutuskan utk menantang badai, atau deru kerikil beterbangan,,

hingga bercucuran darah yg nantinya menetes, juga peluh…

 

menjadi ikhwan/akhwat/akhwat, adalah memutuskan utk menjadi permata yakut ditengah butir2 kelam kerikil kotor,

menjadi putih ditengah gemerlap warna-warna, menjadi bintang ditengah langit malam ktika tak ada satupun yg membawa terang…

menjadi ikhwan/akhwat, berarti memutuskan mengikat diri pd millah sang Rasul,

menggigitnya erat, dgn semua yg akan terkonsekuensikan nantinya…

 

menjadi ikhwan/akhwat, adalah memutuskan utk menjadi orang yg terasing,

menjadi bulan ktika semua orang menghendaki jadi bintang,

memilih jalan hutan ktika semua orang lebih senang lewat jalan raya,

menjadi yg terjaga lebih awal ktika yg lain lebih memilih menelungkupi mimpi…

menjadi ikhwan/akhwat, berarti memutuskan utk terus menghadirkan Allah dlm hati,

dlm stiap detak jantung juga denyut nadi…

 

menjadi ikhwan/akhwat, adalah memutuskan utk menganggap dunia sebagai penjara,

lalu lebih senang mengejar surga ktika semua orang masih terbutakan dunia..

memilih utk ditertawakan manusia,

tapi dirindukan dan dielu-elukan penduduk langit,

menjadi ikhwan/akhwat, berarti memutuskan utk menyederhana dan bersahaja,

bahagia dengan yg sedikit dan sebagian saja…

 

menjadi ikhwan/akhwat, adalah memutuskan utk memotong rantai kejahiliyahan,

lantas melejit tinggi dengan ilmu yg berkeimanan,

meletak diatas batas sana pungguk itu pun dapat menggapai bulan,

semuanya dalam batasan yg disyariatkan,

menjadi ikhwan/akhwat, berarti memutuskan utk menyelimuti akal dengan iman,

membuatnya lebih benderang ketika banyak orang beranggapan malah mengekang…

 

menjadi ikhwan/akhwat, adalah memutuskan utk selalu maju ke depan,

ktika banyak orang selalu punya pertimbangan utk melangkah ke belakang,

bukannya tidak memikirkan dengan matang,

tapi itulah semangat keimanan,

menjadi ikhwan/akhwat, berarti memutuskan utk merobek halaman bertuliskan menyerah dari kamus hidupnya,

juga kata lain yg senada atau semakna dengannya,

lalu biarkan tangannya meraih yg bisa diraihnya…

 

menjadi ikhwan/akhwat, adalah memutuskan utk memuliakan ibu diatas ayahnya,

mengais surga dibawah kakinya, ktika semua orang lupa akan jasa bertahun-tahunnya,

mengecup nafas cintanya dengan penuh takzhim kehormatan,

lalu doa itupun menjadi amal jariyah berkepanjangan..

menjadi ikhwan/akhwat, berarti memutuskan utk menjadikan ibu sebagai orang yang paling sering disapa, juga ayah, hingga tiap doanya benar2 menembusi diri kita…

 

menjadi ikhwan/akhwat, adalah memutuskan utk menanggalkan cinta dari selainNya,

setidaknya yg paling dimaklumi menjadikan yg selainnya itu bentuk cinta padaNya,

lalu kita jemput cintaNya dengan berlari sekencangnya,

karena Dia akan lebih cepat dari itu dalam menyambut yg menujuNya

menjadi ikhwan/akhwat, berarti memutuskan utk menjemput yg dipersiapkan dengan kesabaran dan perbaikan,

karena roti mahal didalam etalase itu hanya dpt di beli oleh yg punya lembaran berharga lebih banyak…

 

.:: begitulah, karena dalam kerangka pikir “kami”, menjadi ikhwan/akhwat, adalah menjadi mukmin sejati ::.

kem10-postrer-WEB

Menjadi Terbaik dengan Manfaat

Semangat memberikan manfaat, menjadi bahan bakar dalam setiap tindakan, pemikiran, ucapan, dan karya agar menjadi yang terbaik.

Sebagai seorang putra, kuberikan banyak manfaat kepada kedua orang tua, agar menjadi putra yang terbaik.

Sebagai seorang saudara, kuberikan banyak manfaat kepada saudara-saudaraku, agar menjadi saudara yang terbaik.

Sebagai seorang murid, kuberikan banyak manfaat kepada guru, agar menjadi murid yang terbaik.

Sebagai manusia, kuberikan banyak manfaat kepada hidup ini, agar menjadi manusia yang terbaik.

Sebagai seorang mukmin, kuberikan banyak manfaat kepada agama, agar menjadi mukmin yang terbaik.

Manfaat yang kuberikan dengan ketulusan hati dan bermakna bagi kehidupan ini. agar tidak menjadi seperti buih air laut, hilang dan tidak membawa manfaat sedikitpun

Allah telah menurunkan air (hujan) dari langit, maka mengalirlah air di lembah-lembah menurut ukurannya, maka arus itu membawa buih yang mengambang. Dan dari apa (logam) yang mereka lebur dalam api untuk membuat perhiasan atau alat-alat, ada (pula) buihnya seperti buih arus itu. Demikianlah Allah membuat perumpamaan (bagi) yang benar dan yang bathil. Adapun buih itu, akan hilang sebagai sesuatu yang tak ada harganya; adapun yang memberi manfaat kepada manusia, maka ia tetap di bumi. Demikianlah Allah membuat perumpamaan-perumpamaan. Qs. Ar Ra’d (13) : 17

Manfaat yang kuberikan sesuai dengan kemampuan dan kapasitas diri

“MENJADI TERBAIK DENGAN MANFAAT”